Home » , , , » Alternatif Pendekatan/ Model Pembelajaran Bina Diri

Alternatif Pendekatan/ Model Pembelajaran Bina Diri

SLB ANANDA MANDIRI | 11.42 | 0 komentar

Alternatif Pendekatan/ Model Pembelajaran Bina Diri


Pendekatan pembelajaran merupakan strategi implementatif untuk menunjang efektifitas pembelajaran, berikut ini akann disajikan alternatif pendekatan yang memungkinkan dalam pembeljaran Bina Diri.

a. Pembelajaran Tematik

Pendekatan/model pembelajaran tematik merupakan model pembelajaran yang melibatkan konsep-konsep baik dalam satu mata pelajaran lintas mata pelajaran. Tema yang dipilih harus memiliki cakupan yang luas dan dapat membekali siswa untuk belajar selanjutnya. Penggunaan konsep dari tiap mata pelajaran tidak digunakan untuk lateralisasi mata pelajaran, tetapi dijadikan alat untuk mempelajrai dan menjalajahi topik/tema.

Karakteristik pembelajaran tematik ditunjukan dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1) Holistik, suatu peristiwa yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran dikaji dari beberapa mata pelajaran sekaligus untuk memahami satu fenomena dari segala sisi.
2) Bermakna, Keterkaiatan antara konsep digunakan untuk menambah kebermaknaan konsep yang dipelajarai dan diharapkan siswa dapat menggunakannya untuk memecahkan masalah dalam kehidupan nyata
3) Aktif, pembelajaran dilakukan secara menyenangkan dan peserta didik dapat terlibat aktif.

b. PAKEM

PAKEM, merupakan model pembelajaran yang dianggap efektif diterapkan, dan dirancang dengan mengaktifkan anak, mengembangkan kreatifitas sehingga dapat berjalan efektif tetapi tetap menyenangkan.

Tugas guru dalam pembelajaran adalah menciptakan suasana belajar sehingga peserta didik dapat terlibat aktif dalam pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan dan perkembangan siswa.

Yang harus diperhatikan guru dalam melaksanakan PAKEM:

1) Memahami sifat yang dimiliki anak
2) Mengenal anak secara individu
3) Memanfaatkan sikap/prilaku anak dalam pengorganisasian belajar
4) Mengembangkan kemampuan berpikir kriktis, kreatif dan kemampuan memecahkan masalah
5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
7) Memberikan umpan balik untuk meningkatkan kegiatan belajar
8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental

c. Partisipasi Masyarakat

Pembelajran Bina Diri dapat dilakukan dengan model partisipasi masyarakat, karena Bina Diri terkiat langsung dengan aktifitas di kehidupan masyarakat sekita anak. Model partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan melibatkan orangtua dengan program pendidikan sistem ganda (dual system), dimana orangtua dilibatkan langsung dalam aktifitas pembelajaran dari mulai perencanaan dan pembagian tugas dalam melaksanakan aktifitas pembelajaran.

Pendekatan pembelajaran ini melibatkan keluarga sebagai institusi pasangan untuk mengoptimalkan pembelajaran Bina Diri secara teori dan praktek dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan dari model ini adalah untuk mengoptimalkan pembelajaran Bina Diri melalui kerjasama antara keluarga dan sekolah, untuk akselerasi kemampuan merawat diri bagi anak tunagrahita secara teori dan praktek dalam kehidupan sehari-hari.

Batasan pembelajaran ini adalah :

a) Berpusat pada pesera didik
b) Adanya kesepahaman dan kerjasama
c) Kegiatan pembelajaran dilakukan dalam dua institusi
d) Kegiatan teori dan praktek
e) Percepatan dan Aksesibilitas Belajar
f) Sistem evaluasi Portofolio

d. Konstruktivisme

Model konstruktivisme adalah salah satu pandangan tentang proses pembelajaran yang menyatakan bahwa dalam proses belajar diawali dengan terjadinyan konflik kognitif. Konflik ini dapat diatasi dengan pengetahuan diri dan akhir proses belajar pengetahuan akan dibangun sendiri oleh anak melalui pengalamannya dari hasil interaksi dengan lingkungannya.

Konflik kognitif terjadi saat interaksi antara konsep pengetahuan awal yang dimiliki anak dengan fenomena baru yang dapat diintegrasikan begitu saja sehingga diperlukan perubahan/modifikasi struktur kognitif untuk mencapai keseimbangan.

Dalam pembelajaran, dilakukan melalui tahapan berikut :

1) Apersepsi, pada tahap ini siswa didorong untuk agar mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan di bahas, bila perlu guru memancing dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena yang sering ditemui, yang terkait dengan konsep/materi yang akan dibahas.

2) Eksplorasi, pada ini siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalaui pengumpulan, pengorganisasian dan penginterpretasian

3) Diskusi dan penjelasan konsep, siswa memberikan penjelasan dan solusi didasarkan hasil observasi, sehingga siswa tidak ragu lagi dengan konsep
4) Pengembangan dan aplikasi, siswa mengaplikasikan pemahaman konseptual melalui kegiatan dan aktifitas sehari-hari 



Share this article :

0 komentar:

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SLB Ananda Mandiri - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger